Terkait Skorsing, Dekan : SK Skorsing Dua Mahasiswa Tetap Tidak Dicabut

By : Ade

Terkait Skorsing, Pimpinan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI), menggelar Konferensi Pers, untuk mengklarifikasi persoalan surat kaleng, transparansi anggaran dana dan Skorsing dua mahasiswa FH-UMI, di Aula Hidjaz, Kampus II UMI Jl. Urip Sumoharjo KM 5, Senin (12/3).

Baca: http://www.cakrawalaide.com/dinilai-sepihak-2-mahasiswa-hukum-umi-siap-menempuh-jalur-ptun/

Dalam konferensi tersebut, Pimpinan FH UMI beserta Wakil Rektor III (tiga), Bidang Kemahasiswaan UMI Achmad Gani, memberikan pernyataan untuk mengklarifikasi terkait persoalan pengskorsingan dua mahasiswa FH-UMI yaitu, Fajar dan Fikram yang sebelumnya bersama mahasiswa fakultas hukum lainnya melakukan aksi untuk mendesak terwujudnya transparansi dana, dan hal itu dinilai telah melanggar aturan yang ditetapkan dalam statuta Universitas yaitu mengganggu aktivitas perkuliahan.

 

Dekan Fakultas Hukum UMI, Syarif Nuh mengatakan “persoalan dana, kami sebagai pimpinan FH-UMI tidak pernah mengelola dana pengembangan mahasiswa  sebagaimana yang telah ditulis dalam surat kaleng yang beredar dan hal itu tidak ada, yang ada hanya dana pengembangan fakultas, jadi menyangkut tentang dana, kita tidak bisa main main, karena kami bertanggung jawab ke Rektorat dan Rektorat ke Yayasan,” ungkapnya.
Terkait dengan beredarnya surat kaleng, sampai saat ini belum ada pihak yang mau bertanggung jawab atas perihal yang tertulis dalam surat kaleng yang beratasnamakan civitas akademika fakultas hukum tersebut, dan sekarang masih dalam tahap penelusuran.

 

Lanjut “kami sampai sekarang masih menelusuri siapa dalang dibalik surat kaleng tersebut karena tidak ada yang bertanggung jawab, tetapi ada tiga unsur yang diduga terlibat dalam pembuatan surat kaleng itu, yang pertama unsur dosen, kedua unsur staff atau pegawai, yang ketiga jelasnya dari unsur mahasiswa, kalau kita ketahui pelakunya, jika dosen atau staf kita akan memecatnya dan jika mahasiswa kita kembalikan kepada orangtuanya atau drop out,” jelasnya.

 

Ia juga menegaskan “Dengan ini, SK Skorsing yang telah ditetapkan tidak dicabut, karena keduanya jelas telah mengganggu proses berjalannya perkuliahan dengan berdemonstrasi, dan skorsing yang diberikan sebagai efek jera untuk tidak melakukan aksi demonstrasi lagi,” tutupnya.

Penulis : Don Martyr

Editor : Shim

Related Posts

1 comment

  1. […] Baca: https://www.cakrawalaide.com/terkait-skorsing-dekan-sk-skorsing-dua-mahasiswa-tetap-tidak-dicabut/ Fikram Maulana merupakan salah satu korban, meluruskan penilaian Dekan FH UMI Muhammad Syarif Nuh yang menganggap aksi yang mereka lakukan pada 1 Maret 2018 merupakan aksi merespon transparansi anggaran kampus, bukan surat kaleng. […]

Tinggalkan Balasan