VISUM dan Motto Persaudaraan

Penulis : Herman Safaat

Satu Vespa Sejuta saudara, itulah motto vespa. Motto itu bukan sembarangan motto tetapi dalam dunia pervespaan pengendaranya saling menghargai satu sama lain, mereka nampak seperti saudara, para scooteris vespa yang saling berpapasan akan membunyikan klakson, mereka akan  mendapatkan sapaan hangat, menganggukkan kepala, atau bahkan melambaikan tangan. Budaya tegur sapa ini sudah lama mendarah daging dikalangan pembesut motor klasik ini. Pengendara vespa juga mempunyai panggilan khusus antar pengguna vespa yaitu (om) yang menandakan bahwa dalam dunia pervespaan tidak ada kakak dan adek melainkan semua scooteris adalah saudara.

Vespa tak luput dari kendalanya. Vespa bisa saja mogok di tengah perjalanan, namun tak perlu khawatir karena para pengendara vespa yang lain akan segera berhenti dan membantu sampai motornya kembali bagus untuk melanjutkan perjalanan, para scooteris juga tidak pernah membeda bedakan siapa yang motornya bermasalah bahkan walaupun tidak saling mengenal mereka pasti akan membantu karena di dalam dunia pervespaan tidak pernah ada perbedaan antar sesama pengendara.

Eksistensi vespa dalam dunia otomotif memang tidak bisa diragukan lagi, semakin tahun peminat vespa meningkat. Pengguna vespa di Indonesia adalah terbesar kedua di dunia setelah yang menjadi negara asal vespa (Italia) dan merupakan salah satu komunitas terbesar di Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, beberapa orang kemudian membentuk satu komunitas yang bernama Forum Scooter Makassar (FSM) untuk mempererat hubungan sesame scooteris. Selanjutnya, beberapa mahasiswa di Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuat komunitas vespa dengan nama Vespa Independent Solidarity of UMI (VISUM). Awal berdirinya komunitas ini dikarenakan banyaknya peminat mesin kanan di kampus UMI dan didirikan pada tanggal 24 April 2017, tujuannya tidak lain adalah sebagai wadah untuk mempersatukan para scooteris di kampus hijau.

”Awal berdirinya VISUM bermula ketika saya dan beberapa teman kebetulan ngopi dan bercerita tentang masalah pervespaan di kampus UMI, dan akhirnya muncul suatu ide untuk membentuk suatu komunitas yang bernama VISUM dengan anggota awal sekitaran 10 orang”, ucap Rian salah satu pendiri komunitas VISUM.

Syarat menjadi anggota VISUM tentunya harus merupakan mahasiswa UMI dan mempunyai vespa. Namun ada hal-hal yang ditekankan di VISUM yaitu tidak membawa etis atau jangan pernah bawa atau buat masalah dan juga cinta damai.

”Dengan adanya VISUM di harapkan agar mempersatukan scooteris kampus UMI agar saling mengenal satu sama lain juga saling membantu jika ada yang mengalami trouble dan juga menyebarkan cinta perdamaian”, ungkap Bima salah satu anggota VISUM.

Perjalanan VISUM tidaklah berjalan mulus karena pernah mengalami proses vacum pada tahun 2019 yang disebabkan beberapa hal yaitu kurangnya komunikasi antar anggota dan menurunnya peminat vespa di kampus UMI. Namun pada awal tahun 2021 peminat vespa meningkat hingga muncul ide dari beberapa mahasiswa untuk kembali membangun kembali VISUM yang sudah lama tertidur akhirnya pada 2 maret 2021 VISUM kembali hadir di kampus UMI.

Saat ini anggota VISUM sudah mencapai 86 anggota yang berasal dari berbagai fakultas dan vespalah yang menyatukan mereka dan juga VISUM sudah mempunyai tempat ngumpul (bale-bale) yang berada di samping kantin sastra UMI.

“Target VISUM selanjutnya adalah memperkenalkan komunitas vespa lain ke dunia luar, bisa membawa nama baik kampus UMI di rana motor vespa dan membuat kegiatan yang lebih besar dan lebih sukses lagi”. Tutup Panji

Redaktur : Muh. Abirama Putra

 

 

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: