Tolak Revisi UUK, 21 Massa Aksi GEBRAK Ditangkap Aparat Kepolisian

Jakarta, Cakrawalaide.com – 21 massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) ditangkap aparat Kepolisian Polda Metro Jaya, yakni dari massa Kongres Aliansi Serikat Buruh Nasional, Konfederasi Serikat Nasional, Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia, dan mahasiswa di kawasan gedung DPR/MPR RI, Jumat (16/8/2019).

Dikutip dari siaran pers yang tersebar di media sosial, Sejak pagi rombongan peserta aksi dihadang saat menuju kawasan Senayan, Aparat juga menyita bus yang dipakai oleh peserta aksi. Sejumlah peserta aksi malah mendapatkan kekerasan dari aparat, mulai dari intimidasi hingga pemukulan.

Baca juga: http://www.cakrawalaide.com/revisi-uuk-buruh-akan-semakin-dirugikan/

Akbar Rewako, selaku Pengurus Sentral Gerakan Buruh mengungkapkan, tindakan tersebut tidaklah dapat dibenarkan, karena menyalahi perundang-undangan.

“Kami anggap tindakan kepolisian melanggar hak demokrasi rakyat, karena aksi kita hari ini dilindungi undang-undang,” tegas pemuda keturunan Makassar saat dihubungi via media sosial.

Sumber: GEBRAK

Lanjut, akbar juga meminta aparat kepolisian agar melepaskan massa aksi yang ditangkap Polda Metro Jaya.

“Aparat sudah berbuat sewenang-wenang kepada rakyat yang ingin menyuarakan pendapatnya,  Kami meminta aparat segera melepaskan peserta aksi dari serikat buruh/pekerja dan berhenti melakukan tindakan represif terhadap rakyat,” kata Pengurus Nasional Sentral Gerakan Buruh tersebut.

Selain itu aparat juga menghadang peserta aksi yang sedang ingin menjalani ibadah shalat Jumat, Bahkan mereka juga kembali mendapatkan kekerasan dan penangkapan ketika di masjid.

“Anggota kami ada yang ditonjok oleh Paspampres, kami diminta untuk kumpul di suatu tempat dan beberapa anggota kami dibawa oleh aparat,” kata Supinah.

Tidak sampai disitu, aparat juga memaksa massa aksi melepaskan atribut pekerja dan menyitanya, Bahkan sejumlah peserta aksi dari Federasi Serikat Buruh Karya Utama-Konfederasi Serikat Nasional (FSBKU-KSN) ditelanjangi oleh aparat di Batuceper, Kota Tangerang. hal tersebut dipertanyakan Sunarno, selaku Sekretaris Jenderal KASBI.

“Kami mempertanyakan dasar tindakan dari aparat terhadap kawan-kawan kami. Tindakan yang dilakukan aparat jelas melanggar amanat Undang-undang Dasar mengenai kebebasan berpendapat,” Sekretaris Jendreral KASBI, Unang Sunarno.

Tentang GEBRAK

Aliansi ini merupakan gabungan berbagai elemen gerakan buruh dan gerakan rakyat lainnya yang fokus pada isu-isu kerakyatan. Anggota GEBRAK di antaranya adalah Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Jaringan Komunikasi SP Perbankan, Sekolah Mahasiswa Progresif, Pergerakan Pelaut Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Aksi Kaum Muda Indonesia (AKMI), Perempuan Mahardhika, LMND-DN, Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEEER), dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Penulis: Shim

Red: Anshari

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.