Tidak Diizinkan Masuk, Satpam UMI : Rektor Larang Mahasiswa di Kampus saat Malam Hari

Makassar, Cakrawalaide.com – Tidak seperti biasanya, usai salat Isya pintu gerbang kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) sudah tertutup rapat.

Mahasiswa yang hendak masuk ke dalam kampus untuk berkegiatan terpaksa ditahan oleh satuan pengamanan (Satpam) dan berkumpul di depan gerbang kampus, Jalan Urip Sumoharjo, Panakukang, Makassar.

“Di atas jam 8 itu sudah tidak bisa masuk, kalau yang mau keluar bisaji. Kami tidak bisa apa-apa karena ini perintah dari rektor lewat Astornya (asisten rektor). Kami hanya jalankan tugas,” keluh salah satu satpam kepada Cakrawalaide.com yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (27/11/2019).

Pemandangan seperti ini sudah terlihat sejak 14 November lalu. Namun, mahasiswa yang sudah terlanjur berada dalam kampus yang masih beraktivitas di sekretariat masing-masing itu tidak sampai diusir keluar.

Baca juga : https://www.cakrawalaide.com/malam-hari-polisi-dilibatkan-usir-mahasiswa-dari-kampus-umi/

Menurut Koordinator Keamanan kampus UMI, pengusiran mahasiswa dalam kampus saat malam dilakukan berkaitan dengan insiden penyerangan terhadap almarhum AFA (21), mahasiswa Fakultas Hukum, Rabu (14/11). Hingga kejadian pembakaran sekretariat UKM Mapala UMI dan pengrusakan sejumlah fasilitas kampus oleh ratusan orang tidak dikenal, Senin (18/11).

“Terkait masalah keributan belakangan ini terjadi, sehingga kita harus keluarkan dulu mahasiswa semuanya tanpa terkecuali. Kita tidak menginginkan ada keributan-keributan sampai meninggalnya mahasiswa,” ujar Syamsir.

Padahal seperti yang diketahui, dua kejadian tersebut di atas, berlangsung saat menjelang sore hari, bukan malam.

“Itu keinginannya pak rektor. Setiap malam hari tidak bisa lagi ada mahasiswa yang menginap dalam kampus. Pokoknya mulai sudah Isya, itu mahasiswa dikeluarkan semua,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan UMI, Laode Husain membenarkan hal tersebut.

“Iya benar (Instruksi Rektorat). Jadi tidak boleh lagi ada mahasiswa yang bermalam di dalam kampus, itu saja,” pungkasnya via telepon WhatsApp.

Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua UKM Taekwondo UMI menilai ini merupakan langkah awal birokrasi kampus memberlakukan larangan aktivitas malam di kampus.

“Ini tentu akan menghalangi aktivitas malamnya teman-teman mahasiswa. Artinya, inimi kami lihat adalah langkah awalnya birokrasi di atas berlakukan larangan aktivitas malam,” tutur Iqra.

Menurutnya pula, ini akan merugikan bagi mahasiswa, karena membatasi aktivitas positif dan produktif yang bisa dilakukan di kampus, khususnya UKM dan Lembaga Mahasiswa sebagai organisasi internal kampus.

Senada dengan Iqra, Jhon (nama semaran) secara tegas mengatakan kebijakan kampus tersebut sangat membatasi aktivitas mahasiswa. Mengingat pada siang hari mahasiswa disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, sehingga malam hari merupakan waktu produktif bagi mahasiswa, khususnya di UKM dan BEM.

“Dibatasi sekali kegiatan mahasiswa ini sodara. Bisa dibilang kan, siang itu waktu akademik, malamnya untuk non akademik (kegiatan kemahasiswaan),” ungkap Jhon.

Penulis : Chung
Editor : Pade Salay

Related Posts

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.