Suara-suara yang Dibungkam Sandiwara

Oleh : Hery Syahrullah
(Pegiat Literasi)

Kala penguasa mulai membungkam suara lewat rentetan sandiwara.

Menyembunyikan realita lewat sikapnya yang pura-pura.

Berhati-hatilah..!!! Waspadalah..!!! Tak lama lagi, semangat juang dalam hati sanubari berupaya mereka padamkan, hingga tanpa gelora lagi tak membara.

Hey kau! sudahilah bersandiwara.

Tidak ingatkah engkau? Begitu banyak peristiwa lara yang terjadi dikarenakan sikapmu yang pura-pura.

Kau goyahkan persatuan dengan menggemborkan isu SARA.

Kau tundukkan para intelek dengan mengecap mereka sebagai pencari gara-gara.

Kau berusaha menyingkirkan segala yang mengancam reputasimu dengan menghilangkan atau menghalalkan segala cara.

Sungguh kau lihai berpura-pura.

Hey kau! sudahilah sekedar berbicara..!!

Lupakah kau? Kau telah hinakan pejuang tanah air dengan kebijakan Restrukturalisasi Tentara (ReRa).

Kau mendesain peristiwa NKK-BKK, Malapetaka 15 Januari (MALARI), hingga kerusuhan 1998 untuk membungkam suara-suara.

Sungguh kau ulung bersandiwara.

Hey…!!! Kau! Jangan terbuai lantaran merasa punya kuasa tiada tara.

Dengarlah…! Simaklah…! Prinsip kemerdekaan dalam hati ini masih sangat jelas tertera.

Kami tak akan tinggal diam apalagi bungkam, dengan apa yang telah kau sandera dan buat cedera.

Ingat…!!! Ingat sekali lagii…!!!!
Ini negeriku.. Negeri tanpa angkara.

Di sini.. Kedamaian, kesejahteraan, dan kemerdekaan bemuara.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: