Seleksi Olimpiade MIPA di UMI, Kurang Persiapan

Logo-UMI-MakassarMakassar, cakrawalaide.com — Seleksi OLIMPIADE NASIONAL MIPA Tingat Perguruan Tinggi 2014 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), berlangsung di Aula Aisyah, Fakultas Kedokteran UMI kamis (27/03). Ini merupakan kompetisi mahasiswa di Bidang Sains (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi) yang diselenggarakan oleh Dikti Kemendikbud. Olimpiade ini terdiri atas tiga tahap seleksi (tingkat perguruan tinggi, tingkat wilayah/regional, dan tingkat nasional).

Peserta yang mendaftar dalam olimpiade MIPA di UMI sebenarnya sudah bertambah tapi ada beberapa yang berhalangan, karena beberapa tugas akademik dan minimnya informasi mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut.

“mungkin mahasiswa kurang informasi atau munkin bertabrakan dengan jadwal kuliah dan terkadang dosen tidak memberi izin” kata Andi Artiningsih, salah satu panitia seleksi olimpiade ini

Sebagai panitia olimpiade di UMI, panitia mengkritisi bahwa kesempatan yang diberikan guna mempersiapkan kegiatan sangat mepet, sehingga persiapan seleksi oleh panitia kurang maksimal

Andi Artiningsih mengatakan “kita ini kebablakan karena cuma dikasih waktu tidak cukup satu bulan, jadi kita ini tidak ada persiapan. Tapi setelah ini kami akan melakukan bimbingan atau pelatihan kepada 7-8 mahasiswa yang lolos di masing-masing bidang”. Ujar Sekretaris Jurusan Teknik Pertambangan UMI ini.

Tidak hanya panitia yang menganggap bahwa pelaksanaan dan persiapan Olimpiade ini kelabakan, namun peserta Olimpiade pun merasakan hal yang sama, mereka menilai bahwa pelaksanaan Olimpiade ini juga terburu-buru sehingga persiapan peserta seperti belajar dan lainnya kurang efektif.

Fasirul Hamsah mahasiswa Fakultas Farmasi di UMI salah satu peserta dalam tes Olimpiade biologi dan pernah ikut olimpiade di SMA mengatakan “bahwa belajarnya kurang efektif  karena masih banyak tugas-tugas lab yang harus di selesaikan”

Ia juga menyarangkan mungkin dosen-dosen bisa memberikan bimbingan di masing-masing fakultas.

Penulis : Anca
Red : Ayie Wallacea

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: