Perempuan Nelayan Sangkarrang Tuntut Penghentian Penambangan Pasir Laut di Rujab Gubernur

Penulis: Mansyur

Makassar, Cakrawalaide.com – Sejumlah ibu-ibu nelayan dari Pulau Sangkarrang melakukan unjuk rasa menolak aktivitas penambangan pasir laut oleh kapal milik PT Royal Boskalis di depan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan, Jl Jenderal Sudirman, Kamis (23/07/2020).

Hal ini merupakan buntut dari kembali beroperasinya kapal penambang di wilayah tangkap nelayan Sangkarrang, sejak Rabu (22/07) malam.

Massa aksi perempuan nelayan Sangkarrang

Salah seorang peserta aksi, Rosma, dalam orasinya mengatakan, warga sudah resah karena dirugikan dan bosan dijanji bahwa aktivitas kapal akan dihentikan sementara, sampai ada kesepakatan antara pihak nelayan dengan perusahaan, nyatanya kapal kembali beroperasi.

“Kami ingin kapal itu berhenti karena kami sudah menderita,” pekiknya, yang diikuti sorak sorai massa aksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Walhi Sulsel, penambangan pasir laut oleh kapal Queen of The Netherlands milik PT Royal Boskalis itu, telah berdampak bagi kehidupan nelayan. Selain menurunnya jumlah tangkapan, rusaknya terumbu karang, abrasi, hingga terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat.

Usai melakukan orasi secara bergiliran, perwakilan nelayan pun diminta untuk menyampaikan aspirasi di dalam Rujab. Namun, bukan Gubernur langsung yang menemui mereka.

Hasil dari pertemuan perwakilan tersebut, yaitu aspirasi masyarakat sudah disampaikan ke Gubernur mengenai penghentian penambangan pasir, Gubernur dijanjikan akan menemui masyarakat nelayan Kodingareng Lompo setelah kunjungan dari Luwu Utara.

Para ibu-ibu nelayan berharap agar Gubernur Sulsel bisa datang ke pulau dan berdialog langsung dengan mereka, jika tidak mereka akan melakukan aksi lanjutan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: