Penyadaran Bahasa Dalam Lingkungan

Ilustrasi Pentingnya penyadaran bahasa dalam lingkungan. sumber google

Makassar, Cakrawalaide.com- Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam  peran, fungsi, hak, tanggung jawab, dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai sosial, budaya dan adat istiadat dari kelompok masyarakat yang dapat berubah menurut waktu serta kondisi setempat.

Makassar adalah  salah satu kota besar yang banyak penduduknya dan  Makassar juga dikenal dengan kebersatuan masyarakatnya dan juga dikenal dengan kota tingkat emosi masyarakat yang tinggi

Dalam budaya adat makassar banyak terjadi penyimpangan, terutama dalam bahasa yang tak senonoh keluar dari mulut anak – anak hingga orang dewasa, misalnya kata Tailaso dan Telang, kata ini selalu dianggap hal yang biasa oleh masyarakat Makassar, terutama remaja di makassar, padahal arti dari kedua kata tersebut merujuk pada jenis kelamin manusia.

Tailaso yang berarti kotoran kelamin laki – laki, kata ini sering digunakan oleh para lelaki dan  perempuan, ketika sedang emosi atau ingin berkelahi, dalam pergaulan remaja juga kata Tailaso kerap di keluarkan untuk mengatai teman ketika tidak menyukai perilaku temannya, dalam dunia maya juga kata ini kerap di keluarkan oleh para remaja di makassar.  kata Tailaso berasal dari bahasa makassar, tai yang artinya kotoran dan laso yang berarti penis (alat kelamin laki-laki), mungkin kedengaran kotor, tetapi ini penting untuk kita ketahui bersama.

Telang yang berarti alat kelamin perempuan, kata ini kerap digunakan oleh para perempuan, baik para anak – anak hingga dewasa, kata ini juga kerap di gunakan oleh para laki dan LGBT.

Saat saya mengunjungi sebuah Akun OA (Official Account) Line, salah satu yang dibuat oleh remaja di makassar, yang bernama Pacalla Media, saya menjumpai sebuah postingan dengan judul “Ke Wisma Jual Baju Tawwa Wkwk Melapor Mako Na Dilapor Balik Ko Tolo, Pemuda Lama Kering”, dikirim tanggal 27 Mei 2017, pukul 13.28 Wita, dalam postingan tersebut seorang adders mengirim sebuah Screenshoot hasil Chatingan orang lain untuk memperlihatkan kepada publik kelakuan temannya, salah seorang pengikut Akun OA tersebut berkomentar dalam postingan “haha tailasoa”, ini menandakan bahwa kata Tailaso sudah dianggap sebagai hal lucu bagi para resmaja di Makassar.

Bukan hanya dalam Akun OA Line, kata Tailaso dan Telang juga sangat mudah dijumpai di FB (Facebook), ketika mengklik pencarian teman kemudian  menulis kata Telang,  kita akan menjumpai nama pengguna FB yang menggunakan kata telang seperti; telang sudah di perkosa (saya selalu diperkosa), telang kacci, telang okar, telang botto, telang laso, telang eja, telang bale, telang la’ba, dan masih banyak  pengguna FB yang lain menggunakan kata telang untuk nama akun Fbnya.

Bukan hanya Grup yang dibuat oleh para pengguna FB, melainkan juga menggunakan kata telang sebagai nama grup seperti; K.D.M.T “Kaddoro Mata Telang” grup yang memiliki 717 anggota aktif, terdiri dari para remaja di Makassar baik para laki-laki maupun perempuan. Saya menjumpai 3 (tiga) grup lainnya, yang terdapat di FB yang menggunakan  kata telang sebagai nama grup yang di buat para remaja di Makassar.

Saat saya menulis kata Tailaso di pencarian teman, saya menjumpai 38 grup yang menggunakan kata tailaso sebagai nama grup di FB. Mungkin masih banyak media sosial lainnya yang menggunakan kata Tailaso dan Telang.

Untuk mencegah hal ini terjadi dan terus –menerus berkembang di kalangan masyarakat, maka pentingnya peran orang tua untuk mendidik anak untuk tidak mengkomsumsi kata negatif itu dilingkungan. Selain itu Pemerintah kota makassar harus menganggap serius penyimpangan yang terjadi dikalangan remaja, karena penyimpangan tersebut berbau pornografi yang mampu merusak moral para remaja di Makassar.

“Bahasa adalah cerrminan individu dan kelompok.”

Penulis: Hashim

Editor  : Anjasman

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.