Kugapai Mimpi Untuk Ayah

Ilustrasi Kugapai Mimpi Untuk Ayah. /Sumber : Google

Makassar, Cakrawalaide.com – Alya adalah murid yang cukup terkenal di sekolahnya, dia sangat di sukai oleh semua guru-guru di sekolah karena kecerdasannya. Namun itu tidak berlaku buat teman-temannya, Alya di kenal sebagai orang yang cuek, pendiam dan terkesan tertutup sehingga membuatnya dijauhi oleh teman-temannya. Namun hal itu sama sekali tidak dihiraukan oleh Alya, dia tetap menikmati hidupnya dan menjalaninya seperti biasa. Ibu Alya sebenarnya juga tidak suka melihat sikap anaknya yang kurang bergaul dengan teman sebayanya, hampir semua waktunya hanya dia habiskan untuk belajar, setiap pulang sekolah Alya selalu mengurung diri di kamar dan bergelut dengan setumpuk bukunya, terkadang ia hanya keluar kamar ketika ingin makan atau buang air kecil.

“Alya kenapa kamu belum tidur? Sekarang sudah jam 10 nak, sebaiknya kamu tidur,” tegur ibu Alya. “Nanti aja bu, masih banyak yang harus Alya pelajari soalnya besok ada ujian, mending ibu tidur duluan saja” balas Alya yg masih fokus menatap bukunya.  “Ya sudah tapi jangan tidur terlalu larut ya!” ibu Alya kemudian menutup pintu dan meninggalkan Alya yg masih serius belajar.

Besoknya Alya pun berangkat ke sekolah, dan seperti biasanya hasil ujian Alya selalu memuaskan dan membuat teman-temannya iri.  “Alya aku sangat iri padamu kau begitu cerdas dan di sayang oleh semua guru-guru”. kata salah satu teman Alya, “ kalian hanya melihat ku dari satu sisi saja, ada begitu banyak hal dari kalian semua yang membuatku jauh lebih iri kepada kalian” kata Alya datar. Teman-teman Alya dibuat bingung dengan maksud perkataan Alya.  Sesampainya di rumah, Alya menghampiri ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur.

“Bu, sebentar lagi Alya akan mengikuti Ujian Nasional (UN), aku harap ibu bisa menepati janji untuk membawaku bertemu dengan ayah jika aku mendapat hasil yang maksimal” kata Alya. Ibu Alya terdiam lalu menjawab “aku akan membawamu bertemu dengan ayahmu, asal kau mau berjanji untuk berubah menjadi Alya yang dulu lagi”. Alya hanya terdiam mendengar itu lalu beranjak ke kamarnya.

Hari UN pun tiba, Alya dengan serius menjalani semua ujian, dan akhirnya iapun dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. hari  yang selalu dinanti Alya pun tiba, hari dimana dia akan melepas rindu kepada sosok ayah yang selalu ia rindukan dan menjadi tolak pacu semangatnya dalam belajar.

Dengan bermodalkan bunga di tangan Alya berjalan dengan terus tersenyum, senyum yang selama ini hilang dari bibirnya. Alya kemudian tersenyum memandang makam sanga ayah yang sekarang ada di depannya, dia kemudian meletakkan bunga yang sedari tadi di bawanya di atas makam ayahnya.

 Dalam hati Alya berkata “Ayah sekarang semua impian yang ayah mau selama ini sudah Alya wujudkan, Alya sudah memenuhi keinginan terakhir ayah untuk terus melanjutkan pendidikan, sekarang Alya sudah lulus dan Alya akan menjadi seorang Mahasiswi sebentar lagi, coba saja Ayah ada di sini pasti Alya akan jauh lebih bahagia, hal yang selalu membuatku iri kepada teman-teman yang tak pernah mereka ketahui, aku iri melihat mereka yang setiap saat selalu bisa menghabiskan waktu bersama orang tuanya bersama Ayah dan ibu, jauh di lubuk hatiku aku selalu ingin seperti mereka.

Terima kasih untuk semua kasih sayang Ayah selama ini, sekarang Alya akan menjalani hidup seperti biasanya, menjadi Alya yg selalu penuh tawa”. Alya kemudian melangkah menjauhi makam ayahnya dengan senyum yang tak lagi pernah hilang dari bibirnya, mulai saat itu dia berjanji untuk mulai bergaul lagi bersama teman sebayanya dan memulai hidup barunya lagi, dan tetap melanjutkan untuk mencapai mimpi sang ayah.

Teman-teman Alya akhirnya mengerti mengapa Alya begitu tekun dalam belajar dan maksud perkataan Alya yg mengatakan ia selalu iri kepada teman-temannya. Itu semua karena sosok Ayahnya yang telah tiada, untuk menggapai mimpi ayahnya Alya merelakan semua waktu bermainnya untuk serius dalam belajar, dan semua perjuangannya tidak sia-sia Alya telah lulus sekolah dengan nilai yang terbaik dan telah berhasil mewujudkan mimpi terbesar Ayahnya.

Penulis : Nhana Susiliana

Red. Anja

Related Posts

1 comment

  1. puji berkata:

    Terharu kha. Rindu kha dengan TettaQ

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: