Kritikan dan Modernisme Lewat Pentas Seni

Layang melayang 1 - Copy2Makassar, Cakrawalaide.com – Unit Pengembangan Kreativitas Seni Budaya dan Sastra (UPKSBS) mengadakan Pentas Seni Layang-Melayang di Halypad, Parkiran Kampus (24/03) dengan Tema “Tradisional dan Modernisme”. Kegiatan ini juga menghadirkan Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Arafa Ibnu Qolbi beserta para peserta didiknya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang permainan masa kecil yang kini terkikis oleh permainan yang instan dan berteknologi.

Hal ini juga disampaikan oleh Andreas, Ketua UPKSBS dia beranggapan bahwa dalam beberapa hal permainan tradisional dapat dilihat sebagai pengembangan ruang interaksi sosial antar manusia, sedang kini dimasa teknologi yang begitu pesatnya ruang-ruang itu kini semakin tak tersedia sehingga yang berkembang adalah individualistis.

Muhamad Fatir selaku Pimpinan Produksi dalam acara tersebut mengatakan, banyaknya anak-anak kehilangan lahan untuk bermain dan melupakan permainan-permainan masa kecilnya merupakan inspirasi dari acara layang melayang ini.

“Sekarang mereka semua lagi senang dengan permainan instan” katanya.

Selain menghadirkan LPP Arafa Ibnu Qolbi acara juga dihadiri oleh PSK (Pekerja Seni Kampus) seperti UNM dan Stiem Nitro , mahasiswa umum, dan masyarakat umum.

Anshariah Hafram, Pembina UPKSBS – UMI dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal mengenai kegiatan acara tersebut diantaranya dia berharap  agar UPKSBS – UMI selalu memberi karya-karya terbaiknya.

Dalam acara ini UPKSBS – UMI menghadirkan beberapa kritikan akan modernisme lewat lagu, teater, dan musikalisasi puisi. Hal lain juga melibatkanpengunjung seperti pembuatan sketsa.

Salah satu tamu undangan  Adi Anugrah Pratama,  mengapresiasi kegiatan tersebut. “Seni itu bagian yang penting untuk menyorot persoalan-persoalan yang ada termasuk realitas bahwa hari ini ruang-ruang bermain itu sudah sangat sedikit” ungkap, Adi

Penulis: Syahrul Rahim / Rico Chaeril
Red: Kambuna

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: