Kejanggalan Surat Perintah Pengosongan Sekretariat UKM di UMI

Penulis : Ari Anugrah

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muslim Indonesia (UMI) dikejutkan lewat surat perintah pengosongan sekretariat No. 249/F.08/BAKA-UMI/V/2021 yang diterima pada tanggal 24/05/2021.

Dalam surat tersebut, pihak kemahasiswaan meminta pengurus UKM segera mengosongkan sekretariat selambat-lambatnya selasa 25/05/2021. Pengosangan ini berkaitan dengan rencana perombakan gedung sekretariat UKM.

Diketahui para pengurus UKM mendapat surat perintah pengosongan itu saat mendatangi pihak kemahasiswaan (24/5), untuk mencari informasi terkait rencana yang melibatkan tempat mahasiswa melakukan aktivitas keorganisasian tersebut. Mahasiswa UKM yang mengkhawatirkan kelangsungan aktivitas organisasi tidak pernah dilibatkan sebelumnya.

Ketua UKM Unit Pengembangan Kreatifitas Seni Budaya dan Sastra (UPKSBS), Ahmad Ardiansyah mengungkapkan bahwa sebelumnya tidak ada pemberitahuan yang jelas terkait rencana pembangunan gedung UKM. Sebaiknya ketika ada rencana kebijakan yang menyangkut UKM seharusnya didiskusikan bersama dengan pengurus UKM.

Ardi mengutarakan adanya indikasi cacat administrasi dalam surat tersebut dengan alasan surat itu diterima sehari sebelum tenggat waktu yang diberikan. “Seandainya itu tanggal dikeluarkan sesuai mungkin kita tidak kaget, ini apakah namanya, cacat administratif apakah namanya” Ungkapnya.

Sejalan dengan itu Bahrun selaku Ketua Umum MAPALA-UMI menyatakan bahwa perintah pengosongan sekretariat UKM tidak akan ia laksanakan. Ia menilai upaya pengosongan akan berdampak buruk bagi aktifktas organisasi, “Ini namanya kandang paksa itu” terangnya.

Menurutnya terdapat kejanggalan pada surat tersebut dikarenakan stempel yang menjadi legitimasi sahnya sebuah surat juga baru dicap sehari sebelum perintah pengosongan sekretariat UKM. “Iya baru pi itu, cobanya tidak ada ki itu tidak akan diantar ki surat, langsung saja na pasangkan pondasi” Lanjut Bahrun

Informasi awal rencana pembangunan itu hanya disampaikan melalui selembar spanduk. Selanjutnya informasi lainnya melalui surat perintah pengosongan yang datang secara tiba-tiba.

Tak hanya UKM UPKSBS dan Mapala UMI, hal senada juga di sampaikan oleh Fadli ketua UKM Pramuka menjelaskan bahwa surat tersebuat membuat para anggota UKM Pramuka kaget. “Mengenai persiapannya kami sempat shock kenapa baru juga tiba-tiba baru ada informasi” ungkap Fadli.

Ketua Umum UKM Korps Sukarela Palang Merah Indonesia KSR UMI, Akbar mengaku kecewa dan menilai ada kecacatan administratif dalam surat tersebut. “Kita diajarakan administrasi, bagaimana memperbaiki administrasi,” Tutupnya.

Editor : Munes

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: