Jelang IWD, LBH APIK Makassar Gelar Dialog Publik

By : Icha

Menjelang peringatan Internasional Woman’s Day (IWD) Lembaga bantuan hukum Asosiasi perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Makassar, menggelar Dialog Publik yang bertema “Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan serta katakan CUKUP pada perkawinan anak”, di Rumah Jabatan Walikota Makassar, (Rabu, 7/3).

Kegiatan ini di buka oleh perwakilan dari Pemerintah Walikota Makassar, dilanjutkan dengan membaca doa bersama, serta di sajikan tarian padduppa, dan tampilan drama singkat  dari Kelompok remaja tamamaung.

Dalam kegiatan ini, penyelenggara menghadirkan empat Narasumber dalam spesifikasi bidang keilmuannya masing-masing, yaitu Direktur LBH APIK Makassar Rosmiati Sain, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Budi Wahyuni, Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Aisyah kara, Pemberdayaan perempuan kota, Andi Tenri Palallo, moderator dari Aktivis perempuan Sulawesi Selatan (SulSel) Wahida rustam.

Rosmiati sain selaku direktur LBH APIK Makassar mengatakan “kegiatan Ini dilaksanakan bertujuan menyampaikan informasi tentang dampak perkawinan anak dini, kawin paksa yang seharusnya sekarang harus diakhiri, dan mengajak anak berkata cukup pada perkawinan dini dan paksa” katanya.

Salah satu panitia pelaksana juga mengatakan bahwa diadakannya dialog publik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para perempuan bagaimana dampak pernikahan anak usia dini “karna banyaknya diskriminasi, kekerasan, dan kemiskinan yang di alami perempuan di sebabkan oleh pernikahan anak dan paksa, maka dialog publik ini sangat memberikan manfaat dan semoga dapat memutus mata rantai kemiskinan perempuan” ucap dewi sapaan akrabnya.

Kegiatan dialog publik ini berlangsung ramai dan sukses, dengan dihadiri sekitar 100 tamu undangan dari berbagai organisasi. Diakhir acara tim pelaksana memberikan cindera mata kepada narasumber sekaligus penandatanganan penolakan pernikahan anak usia dini dan melakukan foto bersama di akhir acara, Kemudian dilanjutkan konferensi pers.

Penulis : Nurfianalisa

Editor : Shim

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: