Dee Lestari : Partikel

Sampul Buku "Partikel"

Sampul Buku “Partikel”

Judul buku: “PARTIKEL”
(Supernova Series #4)
Penulis: Dee/Dewi Lestari
Penyunting: Hermawan Aksan & Dhewiberta
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Simbol sampul: Bumi
Penerbit: Bentang Pustaka
Pertama terbit: April 2012
ISBN: 978-602-8811-74-3
Tebal halaman: 500 hlm

S I N O P S I S

Di pinggir Kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur, seorang anak bernama Zarah, dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvensional oleh ayahnya, dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Cara Firas mendidik anak-anaknya mengundang pertentangan dari keluarganya sendiri.

Di balik itu semua, masih tersimpan berlapis misteri. Antara lain, hubungan khusus Firas dan sebuah tempat angker yang ditakuti warga kampung. Tragedi demi tragedi yang menimpa keluarganya akhirnya membawa Zarah ke sebuah pelarian sekaligus pencarian panjang.

Di konversi orangutan Tanjung Puting, Zarah menemukan keluarga baru dan kedekatannya kembali dengan alam. Namun, bakat fotografinya membawa Zarah lebih jauh dari yang ia duga. Di London, tempat Zarah akhirnya bermarkas, ia menemukan segalanya. Cinta, persahabatan, pengkhianatan. Termasuk petunjuk penting yang membawa titik terang bagi pencariannya.

Sementara itu, di kota Bandung, Elektra dan Bodhi akhirnya bertemu. Secara bersamaan, keduanya mulai mengingat siapa diri mereka sesungguhnya.

R E S E N S I

Zarah adalah seorang gadis yang dibesarkan di desa dengan cara yang sangat berbeda oleh ayahnya. Zarah tidak menempuh sekolah formal. Firas, sang Ayah yang juga seorang dosen di universitas ternama di Indonesia, menerapkan pendidikan non-konvensional kepada kedua putrinya. Bagi Firas, konsep pendidikan yang ia terapkan jauh lebih efektif dibanding sekolah formal. Tentu saja hal tersebut mendapat pertentangan dari keluarga. Namun Zarah yang telah men-dewa-kan Ayahnya, tak perduli. Ia sangat percaya bahwa Ayahnya adalah orang yang selalu benar. Hingga akhirnya ia tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas. Namun, satu hal yang tidak diajarkan kepadanya adalah tentang pendidikan moral dan agama. Ayahnya sendiri lebih jatuh cinta terhadap jamur. Sampai membuatnya terpukau akan rahasia alam yang sulit dipahami oleh keluarganya sendiri. Ayahnya dianggap gila oleh keluarganya akibat prilakunya yang semakin aneh karena ia sering kedapatan pergi ke suatu bukit yang dianggap sangat keramat bagi penduduk desa. Hingga tragedi-tragedi bermunculan silih berganti menimpa keluarga mereka. Firas dituding sebagai penyebab atas segala yang terjadi pada keluarganya. Tibalah pada puncaknya ketika Firas tiba-tiba menghilang dari kehidupan mereka.

Keadaan menjadi kacau dalam dunia kecil Zarah. Ia percaya Ayahnya masih hidup, dan ia bertekad untuk menemukannya. Meskipun Ia mendapat pertentangan tidak hanya dari Abah dan Umi, tapi juga ibunya, Zarah dengan karakternya yang begitu keras kepala tidak memperdulikan segalanya. Pencariannya membawa Zarah memasuki gerbang petualang di berbagai belahan dunia. Berbekal jurnal Ayahnya, ia meyakini bahwa Ada suatu misteri besar yang telah diketahui oleh ayahnya dan juga telah menjadi sebab mengapa ayahnya menghilang. Zarah sangat yakin bahwa Ayahnya masih hidup.

Sebuah kiriman kamera pada ulang tahunnya yang ke -17 dari orang tak dikenal adalah tiketnya untuk mengembara. Awalnya karena salah satu fotonya mendapat juara 1 di sebuah lomba fotografi yang hadiahnya berupa wisata gratis ke konservasi orangutan Tanjung Puting. Bakat fotografi dan nalurinya justru membuatnya betah tinggal di sana dan mengabaikan jadwal kepulangannya ketika agenda wisata gratis itu sudah habis. Hingga talentanya itu kembali membawanya lagi untuk berpetualang lebih jauh, mulai dari London, Kenya dan Bolivia. Zarah merasa bahwa petualangan itu akan membawanya kepada jawaban mengenai ayahnya. Hingga akhirnya tibalah di Glastonbury dan dia bertemu dengan seseorang yang menjadi kunci untuk menemukan ayahnya.

Terlepas dari kisah Zarah, Bodhi dan Elektra akhirnya dipertemukan. Dengan cara luar biasa, akhirnya mereka mengetahui satu sama lain. Akar dan Petir. Pertemuan itu berhasil mengikat simpul kecil misteri kisah mereka. Siapakah sesungguhnya mereka?

“manusia telahir ke dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman daripada rahim ibu. Namun, di detik pertama kita meluncur ke luar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percaya yang kau lego satu per satu demi sesuatu bernama cinta.” (hal. 8)

Pada novel partikel kali ini, Dee kembali mengisinya dengan gaya bahasa yang science dimana hal tersebut sempat hilang pada buku kedua dan ketiga. Setelah membaca buku ke empat ini, para pembaca pasti sangat memaklumi mengapa novel partikel lama diterbitkan. Itu karena data yang telah diriset oleh Dee sangat akurat dan kompleks. pastinya hal tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk mendalami segala sesuatunya. Penulis benar-benar melakukan sebuah riset yang sangat menakjubkan.
Dee berhasil mengemas seluruh data kemudian menuangkannya dalam kisah yang begitu menarik dan sangat apik. Kisah dan pengalaman si tokoh utama dibumbui dengan peristiwa-peristiwa aneh yang kemudian dijelaskan melalui penjelasan ilmiah. Zarah yang merupakan tokoh sentral dari kisah tersebut,memiliki banyak petualangan yang sangat menantang dan memilukan. Pengalamannya digambarkan dalam unsur magis dan spiritual yang tentunya selalu bersentuhan dengan rahasia semesta. Secara garis besar, kisah ini akan menjadi pesan agar umat manusia lebih menghormati bumi. Semuanya digambarkan tanpa adanya unsur religi dimana hal tersebut tidak pernah ia dapatkan sejak kecil. Namun bagi mereka yang tidak begitu menyukai hal gaib atau shamanisme, bisa jadi tidak begitu tertarik dengan kisah Zarah yang cenderung panteisme (menyembah alam).

Tidak hanya melakukan riset pada fungi, dee juga menyajikan beberapa fenomena alam atau yang sering disebut dengan crop circle. Eksistensi makhluk luar angkasa yang masih menjadi misteri bagi bumi ikut mewarnai sebagian petualangan zarah dalam pencariannya. Namun sedikit mengecewakan karena sampai akhir kisah ini, tidak ada penjelasan lanjut secara logis dan empiris mengenai fenomena tersebut.

Dalam buku ke empat ini, pembaca dapat menyimpulkan bahwa ada kesamaan pada setiap tokoh sentral dalam serial supernova. Yaitu tentang agama dan bagaimana cara mereka merespon dan memberi sikap terhadap hal itu. Mereka semua mempertanyakan eksistensi Tuhan. Dalam seri pertama, diva tidak diketahui memiliki keyakinan apa, namun kecerdasan spiritualnya tidak terbatas. Bodhi sang budha, Elektra yang kristiani, dan Zarah yang merupakan cucu ulama besar di desa, mereka sama-sama mempertanyakan hal itu. Terkadang, apa yang dianggap benar belum tentu benar.

Setelah membaca buku ke empat, para pembaca dibuat semakin penasaran. Selalu saja muncul hal-hal baru yang meninggalkan banyak tanda tanya dan teka-teki besar. Meskipun beberapa hal mulai terhubung satu sama lain, namun itu tidak sebanding dengan berlapis-lapis misteri yang belum terkuak. Sepertinya, para tokoh-tokoh sentral itu bagaikan makhluk purbakala yang terlahir kembali sebagai reinkarnasi atau entah apa yang mungkin berasal dari dimensi lain. Terlebih lagi, di setiap akhir kisah, mereka mendapatkan surat dimana mereka disinyalir telah hidup ribuan tahun di bumi. Siapakah sesungguhnya mereka? Makhluk asing? Alienkah? Atau mereka adalah titisan dewa?

Penulis : Winda Bestari

Related Posts

1 comment

  1. Lukman Khakim berkata:

    Terimakasih postnya sangat bermanfaat. Mari kunjungi blog saya juga https://blog.ppns.ac.id/tl/lukmankhakim/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: