Kategori: Puisi

Semestaku

Kau bilang aku lautmu, tenang Kujawab kau langitku, terang Kita sebiru Sekalbu Pun sewaktu Apa yang kau cerminkan Itu pula yang ku tampakkan Refleksi sempurna

Read more

Menelusuri Air Mata

Oleh : Chung Mula-mula memasang segala perangkat yang ada lalu menengadah membaca langit  biru tua dan memeriksa kembali seluruh kantong di celana juga tas berisi

Read more

Kami Belum Patah Arang

Oleh : Cuncung Wahai orang-orang berseragam dalam barikade tertib keamanan Apa yang kalian takutkan? Dari kami yang penuh senyuman, warna beragam, dan siap merangkul mereka

Read more

Kata Telah Dicuri Dari Kita

Oleh : Chung Tibalah kita Pada masa dimana setiap politisi Menciptakan narasi kebenarannya sendiri Demi kepentingannya sendiri Acap kali tanpa mengecek fakta, lantas diyakini Kini

Read more

Bandit Berseragam

Terbitlah matahari meski tembok pencakar langit menghalangi Kirana tertaut megusik garong yang bercokol dalam jamban penguasa Tetaplah pancarkan sinar binar mu, Meski sebagian semesta telah

Read more

Manusia Merdeka

Oleh : Chung Pada suatu malam Kala batin sedang gusar tercakar-cakar Aku yang  berbaring di sebuah hammock Kedua talinya terikat Pada batang-batang pohon yang masih

Read more

Pendidikan Rasa Atlet

Ibarat waktu berubah menjadi arena panjang, didahului star dan finis menjadi akhirannya. Dikala gedung-gedung fakultas berganti menjadi supermarket ecekan. Para dosen berubah lakon menjadi pegawai

Read more

Luka Suara Reruntuhan

Mungkin kebodohan ataukah ketidaktahuan yang memenjarakan akal dan pikiran. Dikala mata terpelongok yang kuliat hanya kesengsaraan dan penderitaan. Mulut terasa membisu, tak lagi sanggup berucap

Read more