Aliansi Makar: Situasi Pandemi, Pendidikan Gratis adalah Kewajiban Negara

Penulis: Ramadan

Makassar, Cakrawalaide.com – Puluhan massa yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa asal berbagai kampus di Makassar yang menamai diri Aliansi Makar, siang tadi melangsungkan unjuk rasa di Pertigaan Tello eks Tugu Adipura, Kamis (9/7/2020).

Mereka menuntut penggratisan biaya pendidikan selama pandemi.

Mulanya massa aksi berkumpul di halaman Lithaco, lalu long march menuju titik aksi sembari membagikan selebaran berisi penjelasan maksud dari aksi yang dilakukan kepada pengguna jalan, serta pedagang kaki lima.

Di titik aksi, massa membentuk lingkaran dan membentangkan spanduk-spanduk tuntutan, hingga menutup separuh badan jalan. Satu persatu massa aksipun bergantian menyampaikan orasi ilmiahnya.

Selaku Humas aliansi, Ronie menjelaskan bahwa pendidikan gratis adalah kewajiban negara untuk menjamin pendidikan yang layak sesuai mandat Undang-Undang Dasar.

“Bergerak dari analisis teman-teman aliansi makar bahwasanya pendidikan gratis adalah realistis. Hak kita sebagai warga negara dalam memperoleh pendidikan layak di tengah-tengah pandemi ini harus diwujudkan dan negara wajib menjamin hal itu,” tukasnya.

Lebih lanjut, Ronie menjalaskan terkait alternatif yang bisa ditempuh oleh pemerintah mewujudkan pendidikan gratis di tengah situasi krisis sosial-ekonomi. Salah satunya dengan merealokasi anggaran yang tidak substansial dan mengalihkannya ke anggaran pendidikan.

“Sudah seharusnya hal-hal yang tidak substansial, anggarannya di potong saja. Pendidikan sudah pasti merupakan sesuatu yang substansial,” jelasnya.

Hal senada diutarakan jendral lapangan (jendlap), Anwar, menurutnya sejauh ini baik kementerian pendidikan dan kebudayaan, hingga pimpinan perguruan tinggi, belum mengeluarkan kebijakan yang sifatnya mendesak dan berpihak kepada mahasiswa.

“Dari sini kita bisa melihat fakta-fakta kebijakan yang dikeluarkan (pemerintah dan perguruan tinggi) sifatnya parsial, padahal yang merasakan dampak covid ini adalah seluruh warga negara,” tegas Anwar.

Desakannya harus diarahkan kepada pemerintah sebagai penanggung jawab atas hak warga negara mendapatkan pendidikan.

“Dimasa pandemi ini kami mengharapkan kebijakan-kebijakan di tingkatan nasional, yaitu untuk bagaimana menggratiskan pendidikan,” pungkasnya.

 

Editor: Chung

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: