Aliansi MAKAR dan Aliansi PAKAR : Kami Yang Diprovokasi dan Disusupi

Penulis : Kadir 

 

Makassar, Cakrawalaide.com Aliansi Mahasiswa Makassar (MAKAR) dan Aliansi Pelajar Makassar (PAKAR), merilis penyataan sikap untuk mengklarifikasi kejadian dan tudingan yang didapatkannya terhadap peristiwa pada kamis, 22 oktober 2020 lalu.

Diketahui sebelumnya, bahwa kejadian pada kamis 22 Oktober 2020 kemarin yakni adanya kegiatan demonstrasi secara besar-besaran di Kota Makassar untuk menolak Omnibus Law Cipta Kerja sekaligus evaluasi terhadap satu tahun periode Rezim Jokowi-Ma’ruf Amir, serta sebagai lanjutan dari #MosiTidakPercaya.

Pada 22 Oktober, diketahui bahwa terdapat tiga titik pada aksi tersebut. Diantaranya sektor Kima yang diisi oleh organ buruh, serta sektor Pettarani dan Alauddin yang diisi oleh Mahasiswa dan Pelajar yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Makassar (GERAM), dan berlangsung damai.

Namun, tepat di titik aksi sektor Jl. A. Pettarani, dengan sejumlah massa dari Aliansi MAKAR bersama dengan Aliansi PAKAR, terjadi peristiwa pengrusakan Sekretariat dan Pembakaran mobil Ambulance milik Partai Politik oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).

Menurut Juan, salah satu perserta yang ikut dalam aksi 22 Oktober, menjelaskan bahwa pengrusakan dan pembakaran itu tidak disebabkan oleh Aliansi MAKAR atau Aliansi PAKAR.

“Pada saat kejadian tersebut, massa aksi sudah jauh dari titik aksi dan mundur, masuk ke dalam kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), karena terdesak oleh polisi dan Ormas,” ungkapnya, kamis (29/10/2020).

Juan juga menjelaskan bahwa narasi dari berita arus utama tentang Aliansi MAKAR, yang menjadi provokator dalam aksi demostrasi pada 22 Oktober itu adalah keliru.

“Justru, kami yang disusupi oleh orang tidak dikenal yang menggunakan dan membawa senjata,” jelasnya.

Juan melanjutkan jika hal ini memberikan dampak buruk terhadap aliansi MAKAR.

”Namun, berita arus utama justru menciptakan stigma buruk terhadap Aliansi MAKAR tanpa mencari kebenarannya lebih dalam lagi,” tegasnya.

Dalam peristiwa 22 Oktober tersebut, tedapat berita dari media arus utama yang menyatakan bahwa Aliansi MAKAR, menjadi penyusup dalam aksi demostrasi di Jl. A. Pettarani dan mengakibatkan rusaknya sekretariat parpol dan terbakarnya Ambulance.
https://www.tagar.id/kapolda-sulsel-pastikan-aliansi-makar-penyusup-demo-omnibus-law

Putra, yang juga merupakan peserta aksi pada 22 Oktober tersebut, menegaskan jika adanya kesalahpahaman dalam aksi yang dilakukan oleh Aliansi MAKAR kemarin.

“Perlu dipahami, bahwa kami Aliansi MAKAR yang menggelar aksi demostrasi tersebut, dan saya tegaskan bahwa yang disusupi adalah kami, bukan sebalik kami yang menyusup. Kan, lucu jika kalua kami menyusup di aksi kami sendiri,” tegas Putra.

Putra juga mejelaskan bahwa berita arus utama ini, justru menciptakan stigma buruk dari masyarakat terhadap Aliansi MAKAR, yang mulai dari pembentukannya hingga kejadian tersebut, selalu mendahulukan kepentingan rakyat.

“Berita ini merupakan narasi memperlemah gerakan rakyat, khususnya gerakan Mahasiswa di Makassar, terlebih Aliansi Mahasiswa Makassar adalah aliansi yang sudah bertahan selama 8 bulan dan terdiri dari hampir seluruh kampus di Makassar. ” tutup Putra.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: