SRIKANDI Makassar : Pakaian Mini Bukan Alasan Untuk Kami Dilecehkan

Makassar, cakrawalaide.com – Ninis dari Serikat Perempuan Indonesia (SRIKANDI) Makassar, dalam Diskusi Kontroversi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH-UMI), menegaskan bahwa pelecehan dan kekerasan seksual atas dasar pakaian mini, tidak bisa dibenarkan.

“Apa yang salah ketika perempuan menggunakan pakaian mini? Kenapa pakaian mini dijadikan alasan seseorang bisa dilecehakan? Coba pikir, Arab Saudi dikenal dengan cara berpakainnya yang tertutup. Tapi toh nyatanya, hari ini Arab Saudi menempati peringkat tertinggi sebagai negara dengan pelecehan seksual terbanyak. Artinya, tidak ada hubungan antara kekeresan seksual dan pakaian mini,” Tutur Ninis, Kampus II UMI pada Kamis (21/3/2019).

“Kenapa pada hari ini, kami sebagai korban yang disalahkan karena pakaian atau keterlambatan pulang kami saat malam? Sampai detik inipun belum ada aturan hukum yang mampu mengakomodir penyelesaian terkait masalah itu. Oleh karenanya, Saya berharap pemerintah bisa secepatnya mengesahkan RUU PKS,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH-APIK) Sulawesi Selatan, Ipong menjelaskan bahwa pemerintah lambat dalam mengesahkan RUU PKS.

“Ya sejak masuk prolegnas, pembahasannya terkesan mandek tanpa kemajuan apapun. Sementara, kasus kekerasan seksual terus berlanjut tanpa penyelesaian yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HMI Komisariat Fakultas Hukum UMI, Indah Fitriani, mengatakan alasan dibalik dukungannya terhadap pengesahan RUU PKS.

“RUU PKS adalah satu perangkat hukum yang tidak hanya mengatur persoalan hubungan seksual tetapi adab berhubungan antar lawan jenis. Barisan fraksi di DPR RI yang masih menolak RUU ini sebaiknya menggunakan pikiran akal sehatnya karena RUU PKS mampu menjaga kehidupan bernegara yang harmonis. Saya berharap teman-teman yang pendukung RUU ini, jangan gentar untuk mengkampenyakan dan mensosialisasikan RUU PKS,”  jelasnya.

“Karena, menurut saya pengesahan RUU PKS  sama dengan melindungi kamu, teman, keluarga, dan orang sekitar dari pelecehan seksual,” tutupnya.

Penulis : Raa

Red : Shim

Related Posts

Tinggalkan Balasan