Peringati Hardiknas, Mahasiswa Tuntut Demokratisasi Kampus

Makassar, Cakrawalaide.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (AM-UMI) menuntut Demokratisasi Kampus, di depan kantor Wakil Rektor  III UMI yang bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Kamis (2/5/2019).

AM-UMI menuntut agar peraturan UMI No. 1 tahun 2018 pasal 26 ayat 10 dan 11, tentang pelarangan demonstrasi segera dicabut.

Selain itu mereka juga menuntut janji Wakil Rektor III pada tanggal 24 April lalu (momen Amarah) untuk merevisi buku saku yang dinilai tidak demokratis yang sampai hari ini belum terlaksana.

Dalam orasinya, Mira mengatakan bahwa revisi buku saku UMI harus segera dilaksanakan, mengingat isi dari buku saku tersebut tidak mencerminkan kampus yang demokratis.

“Revisi buku saku harus segera dilaksanakan karena jika tidak, Universitas Muslim Indonesia bukan lagi sebagai kampus pergerakan, akan tetapi hanya sebagai kampus hijau,” sebutnya.

Sementara itu, Prof. Laode Husein selaku Wakil Rektor III, saat menemui peserta aksi  menjelaskan bahwa, untuk mengubah suatu aturan itu tidak mudah, karena melalui beberapa tahapan dan semua ada aturannya.

“Tanpa saya tanda tangani ini, pasti aturan akan direvisi. Pasal ini kan pasal-pasal komplit, dan Anggaran Dasar UMI bukan hanya ananda yang terikat, tetapi kami juga sebagai pimpinan Universitas,” tutur Laode Husein.

Kecewa dengan pernyataan Wakil Rektor III yang belum memenuhi janjinya dan tidak ingin menandatangani nota kesepahaman yang dibuat oleh AM-UMI sebagai bukti atau legalitas, Parle salah seorang peserta aksi menegaskan akan melakukan aksi serupa   dengan massa yang lebih banyak sampai tuntutan mereka terpenuhi.

“Karena tuntutan kami belum terlaksana, bukan berarti kami akan berhenti sampai di sini. Akan tetapi, kami AM-UMI akan terus mengumpulkan massa aksi sebanyak mungkin sampai suara kami didengarkan oleh pihak birokrasi,” tegas Parle dalam orasinya.

Penulis: Irma

Red: Cung

Related Posts

Tinggalkan Balasan