Bandit Berseragam

Terbitlah matahari meski tembok pencakar langit menghalangi

Kirana tertaut megusik garong yang bercokol dalam jamban penguasa

Tetaplah pancarkan sinar binar mu,

Meski sebagian semesta telah mengutuk mu

Tetaplah ada, babad luka adalah nyata adanya

Sebagai martir dalam sejarah dunia tidak akan terlupa

Berkecambah, berkembang, bersemi, bertambah, dan bertumbuhlah tunas muda

Kembali berkerumun, bergeser, menginsut, dan menjalarkan gelora

Merujuk kepada titik api,

Menolak segala kebiadaban yang lahir dari dominasi.

Menyilih bala peniadaan siksa bersimbol aksara,

Masih ada, akan tetap ada, di mana pun berada

Jangan pikir luka akan membuat terlupa,

Jangan pikir penjara akan menjadikan jera

Coretan penghisapan itu akanlah tetap ada,

Kendati pentungan, sepatu baja, dan senjata telah mencucurkan darah.

Sebab, jiwa dan raga ini juga telah terlatih,

Dalam setiap cerita pilu pinggiran kota

Bayang yang senantiasa bertemu dalam deretan pataka

Menjadi sirine dalam setiap tuntutan suara,

Dihadapan senjata kini menjadi hal biasa

Kembali asap akan mengepungmu dalam jumlah yang tak terhitung

Membuat penglihatan kabur hingga tak lagi mampu menyasar.

Merobek tameng besi dengan berjuta-juta pukulan

Kembali teriakan itu akan kami gelontorkan, mengalahkan butiran senjata yang kau todongkan

Ingatlah, kami akan tetap ada

Sebab kami adalah jelmaan atas ulah serakah

Di mana-mana kami ada bersama jeritan tindak-tanduk keserakahan yang tercipta

Dalam barisan rakyat yang menuntut haknya

Itulah dibalik alasan sajak tentang luka, kami ada.

Oleh : Parle

Sumber ilustrasi : docplayer.info

Related Posts

Tinggalkan Balasan