API Kampus Adukan Kekerasan Akademik IAIM Sinjai ke PW Muhammadiyah SulSel

Makassar, Cakrawalaide.com – Puluhan mahasiswa dan masyarakat sipil pro-demokrasi kampus mengatas namakan diri sebagai Aliansi Pro-Demokrasi Kampus (API Kampus), menggelar aksi demonstrasi menuntut pencabutan SK Skorsing dan Drop Out kepada empat mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai (IAIM Sinjai) di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10, Selasa (19/02/2019).

Aksi demonstrasi ini bertujuan untuk mengadukan kampus IAIM Sinjai kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sul-Sel.

“Kami mendatangi pimpinan wilayah muhammadiyah menuntut agar segera mengevaluasi kampus IAIM Sinjai atas tindakan kekerasan akademik yang tidak berdasar,” ujar salah satu massa aksi dalam orasinya.

Sebelumnya, empat mahasiswa IAIM Sinjai melakukan aksi menuntut transparansi anggaran (19/01), yang kemudian mendapatkan intimidasi, hingga kekerasan akademik berupa keluarnya  Surat Keputusan (SK) skorsing pada Abdullah dan Sulfadli, sementara Nuralamsyah dan Heri Setiawan diberhentikan secara tidak terhormat atau di-Drop Out.

Baca: https://www.cakrawalaide.com/hantu-transparansi-dana-kampus-dan-ancaman-kekerasan-akademik-terhadap-mahasiswa/

Jendral lapangan (Jenlap) Muh. Ainun Taqwa mengatakan asas transparansi dan akuntabilitas yang harusnya dilaksanakan pihak kampus terkhianati oleh penjatuhan sanksi akademik.

“Ini adalah bentuk tidak demokratisnya kampus dan prinsip transparansi akuntabilitas itu kemudian tidak dilaksanakan, padahal kawan kami hanya menuntut hak mereka untuk mengetahui alokasi dana yang mereka bayarkan,” tegas Taqwa.

Dalam aksi ini ada enam tuntutan dari API Kampus menurut keterangan dari Humas aksi, Nuralamsyah.

Pertama, cabut SK D.O dan Skorsing. Kedua, mendesak Pengurus Kantor Wilayah Muhammadiyah Sul-Sel agar mengusut tuntas kasus D.O dan Skorsing 4 Mahasiswa IAIM Sinjai. Ketiga, mendesak pengurus wilayah muhammadiyah Sul-sel agar mengevaluasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) IAIM Sinjai. Keempat, mendesak PW Muhammadiyah agar turun tangan. Kelima, mendesak PW Muhammadiyah untuk membuka statuta dan peraturan lembaga kemahasiswaan IAIM Sinjai. Terakhir, mendesak PW Muhammadiyah Agar memberikan sanksi kepada Dosen yang melakukan tindakan kekerasan fisik pada mahasiswa. Aksi ini berjalan damai dan massa aksi diketahui akan bergeser menuju kantor Kopertais Wilayah IX.

 

Penulis : Fif

Red : Cung

Related Posts

Tinggalkan Balasan