AM-UMI Tuntut Cabut UUPT No.12 Tahun 2012

Cakrawalaide.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional Aliansi Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (AM-UMI) melakukan aksi demonstrasi dan teatrikal, serta menuntut “Cabut UUPT No. 12 Tahun 2012 dan wujudkan Demokrasi Kampus”.
Aksi tersebut diikuti ratusan mahasiswa, dan organisasi internal yang tergabung dalam AM-UMI, Kampus II, Kamis (2/5/2019).

Sebagaimana yang diketahui UUPT atau Undang – undang Perguruan Tinggi No. 12 Tahun 2012 yang berisi aturan-aturan perguruan tinggi baik itu diranah kampus negeri, maupun swasta pada hari ini justru menjadi induk dari segala bentuk persoalan pendidikan, pembungkaman demokrasi, intervensi birokrasi serta bentuk-bentuk pungli yang sangat terstruktur seperti yang kerap terjadi dikampus UMI.

“Sebenarnya UUPT atau Undang-Undang Perguruan Tinggi No.12 tahun 2012 itu yang menjadi induk dari semua pembungkaman demokrasi yang terjadi dikampus,” kata jendral lapangan.

Jendral lapangan juga menjelaskan bahwa adanya UUPT No.12 Tahun 2012 ini pihak birokrasi justru dengan mudah membuat aturan-aturan semenah-menah, yang dasarnya tidak berpihak kepada mahasiswa bahkan membungkam hak – hak serta kebebasan seorang mahasiswa.

“Bagaimana kampus bisa mengeluarkan Aturan semaunya lewat UUPT No 12 tahun 2012 tentang aturan kampus swasta,” sambung Jendlap.

Pengawalan serta pencabutan UUPT No.12 tahun 2012 juga menjadi isu penting yang akan terus dikawal oleh kawan – kawan FOSIS mengingat persoalan pembungkaman demokrasi masih saja belum terselesaikan misalnya perihal aturan buku saku Ayat 26 tentang Pelarangan Aksi Amarah dimana kebebasan berpendapat, dan menyuarakan aspirasi sangat jelas dibungkam oleh pihak-pihak birokrasi atas dalih merusak citra kampus Islami khususnya UMI.

“Kalau dari FOSIS ngotot memang akan terus mengawal isu-isu terkait demokrasi termasuk yang dibuku saku seperti menyampaikan pendapat dan pembungkaman yang lain karena kita tidak mau hal-hal seperti itu terjadi dikampus yang katanya kampus Islami,” tutur koordinator FOSIS.

Mirayati selaku koordinator FOSIS, menegaskan bahwa pihaknya akan lebih bersemangat lagi mengawal serta menagih janji-janji dari pihak birokrasi kampus.

“Kedepannya kami akan lebih semangat lagi mengawal janji-janji, dari pihak birokrasi,” tutup Mirayati.

Penulis: Asmita

Red: Shim

Related Posts

Tinggalkan Balasan