Aksi Kreatif FMK Peringati Kejatuhan Soeharto.

Makassar, Cakrawalaide.com- Puluhan Mahasiswa dari Front Mahasiswa Kerakyatan-Makassar (FMK-Makassar) melakukan aksi demonstrasi di Fly Over Pukul 14:20 wita. Aksi ini bertujuan untuk memperingati hari kejatuhan rezim Soeharto, Selasa (23\05).

Selama 32 tahun berkuasa memanipulasi sejarah Indonesia, penghancuran gagasan kritis sampai pemberangusan organisasi-organisasi kerakyatan dan penghancuran ekosistem yang dibingkai dengan narasi pembangun revolusi hijau. 19 tahun lalu, gelombang demonstrasi massa dari berbagai penjuru. Buruh, petani, mahasiswa, kaum miskin kota, semua berkonsolidasi dan bergerak untuk satu tujuan, yaitu menurunkan Soeharto dan memulai reformasi.

Fajrul selaku koordinator Lapangan yang tergabung dalam salah satu anggota FMK Makassar mengatakan bahwa, “Berjuang melawan sejarah Orde Baru adalah perjuangan melawan lupa, sekaligus perjuangan memahami apa yang terjadi hari ini sehingga tahu bagaimana menentukan masa depan. Hanya dalam perjuangan politik merubah relasi kekuasaan saat ini, yakni yang dikatakan seperti Promoedya Ananta Toer agar generasi muda menghancurkan orba hingga ke akar-akarnya.”

Massa aksi yang tergabung dalam aksi kali ini sebanyak 24 orang dengan mengangkat  grand isu “Lawan Kebangkitan Orde Baru & Bangun Demokrasi Kerakyatan” Mereka menuntut agar demokrasi di Indonesia lebih ditegakkan  dan pemerintah harus berpihak kepada rakyat.

“Pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di masa orde juga masih dirasakan di era reformasi, pembunuhan aktivis buruh perempuan marsinah tahun 1993, hilangnya widji thukul aktivis rakyat ditahun 1998, dan kematian munir aktivis HAM ditahun 2004, sampai saat ini belum diusut sampai tuntas,” tutur Ewa salah satu massa aksi.

Aksi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 20 menit dimana memperagakan Alarm Demokrasi, cuci bendera (merah putih), serta aksi bisu. Alarm demokrasi yang disimbolkan dari bunyi kentongan bambu sebagai aksi protes gerakan rakyat untuk rezim kekuasaan yang anti demokrasi. Cuci bendera juga merupakan salah satu bentuk aksi yang bermaksud untuk membersihkan sisa-sisa Orba (Politik militer, elit politik partai borjuis, dan intervensti asing), yang sampai hari ini masih dirasakan.

Pembacaan puisi dan sajak oleh kawan-kawan FMK Makassar serta pembacaan pernyataan sikap dari kawan-kawan Srikandi menjadi sajian penutup dalam aksi yang berlangsung secara damai tersebut.

Penulis:  Muh Syahfizwan

Redc: Baso

Related Posts

1 comment

  1. Terima kasih, sangat bermanfaat buat menambah wawasan tentang sejarah

Tinggalkan Balasan